(Ku tulis siang itu sesaat melintas Tepian Kota Samarinda, Senin 02 Mei 2011)
Mahakam Bersemi
Angin kencang di siang ini
Mahakam meliuk-liuk
menyenggol tepian yang meneluk
Girangnya ia menari-nari
Pikirku musim telah berbahagia
Walau Surya sedikit angkuh
dan angin jahil, sejahil-jahilnya
Daun-daun berguguran
Menyentuh Mahakamku, sembari menyemi
Indah Tepianku tersenyum
Kami menatap langit tak lagi kelam
Namun, hawa ini...
Sungguh menusuk ranting-ranting
belulangku..