Senyum Membalut Luka

Rabu, 04 Mei 2011

MAHAKAM KU

(Ku tulis siang itu sesaat melintas Tepian Kota Samarinda, Senin 02 Mei 2011)

Mahakam Bersemi
Angin kencang di siang ini
Mahakam meliuk-liuk
menyenggol tepian yang meneluk
Girangnya ia menari-nari
Pikirku musim telah berbahagia
Walau Surya sedikit angkuh
dan angin jahil, sejahil-jahilnya
Daun-daun berguguran
Menyentuh Mahakamku, sembari menyemi
Indah Tepianku tersenyum
Kami menatap langit tak lagi kelam
Namun, hawa ini...
Sungguh menusuk ranting-ranting
belulangku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar