Senyum Membalut Luka

Selasa, 22 Februari 2011

Bait Terindah Untuknya

Sajak ini tertulis di ambang kekalutan dunia ku
aku telah membaur bersama keabstrakan kehidupan
memilih jalan yang begitu rumit untuk ditafsirkan
kenapa???
aku pun tak dapat memahami
namun mendefinisikan kata yang ku ciptakan
lebih mudah dari pada mengartikan setiap sikapnya.

Dia...
orang yang telah memahat namanya di dinding kelam hatiku
aku pun tak dapat lagi menggapai sanubarinya
hanya mampu menatap bahasa kalbunya
yang telah menghapus sosok ku di sekitar kehidupannya.
Karena, ternyata pertemuanku dengannya adalah tanda suatu perpisahan
itu lah yang terjadi.

Hingga tiba saat aku untuk membaur dengan berjuta puisi
barisan-barisan yang mengisahkannya
tentang hati ku.
Entah kenapa dia tak pernah lenyap dalam sajak ilusi ku?
kata demi kata terangkai berarah kepadanya.

Tentang kerinduan, jeritan tersakiti, serta pengharapan.
Sesungguhnya aku ingin mengenang malam
saat aku menulis puisi terindahku untuknya
saat aku terkuatkan oleh bait-bait kata darinya
dan saling membalas dengan hasrat yang penuh kesyahduan rindu.

"  Kapan aku dapat menulis lagi untuk mu?
menulis rangkaian bait-bait yang indah hanya untuk mu".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar